Seperti biasanya hari raya idul fitri 1428h tidak sama, kita sebagai rakyat biasa yang punya ilmu sangat sedikit ini harus bingung mau ikut lebaran yang mana, ikut pemerintah atau ikut muhammadiyah, tapi pas malam jum’at kemaren aku mencari orang yang takbiran ke kota gak menemukan apa-apa, disana meskipun muhammadiyah lebaran hari jum’at malam jum’atnya dilarang takbir menggunakan pengeras suara, nah itu aku setuju *ingin tahu alasannya? mendingan pikirkan sendiri2 aja :) . Jadinya aku lebaran hari sabtu deh. :)
Suasana malam takbiran sangat ramai, semua sanak saudara sudah pada kumpul dirumah mbah, semua para cucu-cucu yang rata2 kesemuanya masih anak-anak bermain tidak menghiraukan keadaan sekitar, para orang tuanya asik bercengkrama di kobhung (tempat untuk shalat yang umumnya disana setiap rumah pasti ada). Besoknya baru hari raya idul fitri yang dinanti-nanti hadir untuk dirayakan, sekitar jam 06:30 wib. semua orang sudah ngumpul dimasjid yang biasanya setiap hari jum’at jamaahnya sedikit pas hari raya ini masjid penuh sesak dipadati masyarakat yang kebanyakan merantau keberbagai kota diindonesia. Setelah shalat Ied semua masyarakat saling bermaafan, kata orang madura sih nyo’on saporah (minta maaf), tidak lupa sungkem pada kedua orang tua dan saudara, setelah itu dilanjutkan sungkem sama kedua mbahku yang masih sehat meskipun umurnya sudah udzur dan pikun sedikit disusul kepada para paman- beserta istrinya dan para sepupu, setelah selesai semua aku sekeluarga meluncur kerumah mbah dari ibuku yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggal dipinggir tambak pula, nah barang siapa yang mau mengimpor garam asli madura hubungi saja mbahku ini :) disana sudah menunggu para sanak saudara yang aku sendiri tidak tahu itu siapa tapi katanya sih masih famili dengan ku, rumah mbahku yang satu ini pas didepan masjid, jadi semua orang yang datang pada kumpul dimasjid, tapi kemaren waktu kesana aku tidak menemukan kue yang bentuknya aneh yang kalau dimakan oleh orang yang pertama kali makan kue itu biasanya bisa tersendak :) biasanya sih embahku setiap tahun pasti buat tuh kue, tapi entah kenapa tahun ini gak buat, mungkin karena para cucunya kurang suka sama kue itu.Setelah seharian kita bersilaturahmi sama keluarga besar dari bapak maupun dari ibu, yah tidak ada kegiatan lain lagi dan hanya bisa tidur dan nonton dari pada tv.
Kalau dimadura tuh hari rayanya ada lagi yaitu hari ketujuh setelah hari raya idul fitri yang dinamakan tellasen topak ( hari raya ketupat) nah kita buat ketupatnya pas hari itu, jadi kalau hidup dimadura tuh enaknya disitu :) nah pada tellasen topak ini biasanya para keluarga membuat yang namanya soto ayam, kita giliran makannya, biasanya malamnya kita makan ditempat mbah, dan pada malam berikutnya ditempatku, menunya sih tetap sama soto ayam, tapi kalau ditempatku ada menu tampahannya yaitu eh teler dan apaya namanya aku lupa? pokoknya ada sejenis lontongnya tapi bukan lontong dikasih parutan kelapa dan gula merah rasanya uenaaak banget.
Perayaan hari raya semuanya sudah dilaksanakan dengan gembira, tiba waktunya untuk balik ke malang melanjutkan kuliah yang belum selesai2 sampai sekarang :) , rencananya sama bapak suruh bawa sepeda motor karena dirumah gak dipake, tapi setelah dipikir-pikir akhirnya gak jadi bawa karena sepedanya mau di servis dulu nanti baru dikirim kemalang. Sebelum berangkat, seperti biasa ada semacam wejangan dari kedua orang tua yang mengingatkan supaya selalu ingat kepada Allah SWT. dan tidak lupa jalankan ibadah yang lain selain ibadah wajib, aku sempat malu-malu ketika dikasih nasehat tentang mencari jodoh :) katanya kalau cari istri harus seagama (itu yang terpenting), pintar, ngerti agama, dan cantik hehehehe….. katanya orang tuaku wanita kalau mau dijadikan istri harus dilihat dari 4 sudut tapi aku lupa tuh apa aja :) yah mudah-mudahan diberikan enteng jodoh yang baik dan menjaga kehormatan suami :)