KuliahAugust 22, 2006 7:19 am

Pada hari senin kami mulai berangkat dari kampus, suasana diperjalanan sangatlah riang dan bahagia, sambil nyanyi-nyanyi dan becanda. Setelah sampai di Desa Benjor kira-kira jam 11.00 wib kita disambut oleh pak lurah/ kepala desa, siswa-siswi SD, dan perangkat desa. tepatnya diruang kelas SDN benjor 1 kita melakukan pertemuan untuk dimana kita akan tinggal dan menginap, babibubebo….akhirnya saya (zulkarnain.red), hanan, agus, andy tinggal bersama pak Armanu, asal kalian tahu bahwa rumah pak armanu ini letaknya paling atas sendiri alias dekat dengan hutan, tapi orangnya baik sekali dan saya suka dengan sikap dan kepribadiannya. Ketika kami berempat dan ditemani pak armanu menuju rumahnya betapa capeknya kita karena jalan yang dilalui menanjak dan tidak ada jalan datar sama sekali ditambah bawaan kita yang sangat banyak, dipunggung, ditangan kanan dan kiri pokoknya gak kuat untuk naik. Setelah sampai dirumah pak Armanu, suasana rumahnya sangat nyaman kita tidur berempat dalam satu kamar, udara sangat lembab, airnya sangat..sangat..sangat dingin.
Malam harinya kita melakukan pertemuan bersama kepala desa atau lurah untuk membicarakan program kita selama KKN. Anak-anak memang sangat memalukan masak semua program KKN itu semua usul dari pak lurah dasar payah, tapi gak papa, nah disini mulai ada perpecahan antara kubu atas desa dengan kubu bawah plus kordesnya karena rencana pengapuran pagar penduduk secara sepihak dicancel oleh kordes maka dari itu andy teman sekamar saya protes dengan penuh perjuangan ternyata kordes tidak mendengarkan dan akhirnya pengapuran itu telah fix untuk tidak masuk dalam program.
Oleh karena itu kami (zulkarnain, hanan, agus, andy, bayu, taufik, yudi, zin) melakukan rapat mendadak didesa atas untuk tetap melakukan program pengapuran tadi dengan alasan kita bisa lebih dekat dan akrab dengan penduduk dan tidak menghiraukan kordes lagi karena sudah males untuk bertemu dia, jadi kita urunan untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan kita sumbangan satu anak itu Rp. 20000,- uang yang kumpul yaitu Rp. 160000,- setelah dibelikan bahan uangnya tinggal Rp. 60000,- .kita sadar bahwa kita ini sudah menyimpang dari program tapi kita punya tekat untuk tetap melakukannya.
Itu baru konflik pertama, konflik kedua adalah saya bersitegang dengan kordes kenapa? Karena gimana saya tidak kesel, kordes sudah menentukan siapa saja yang nantinya melakukan pengambilah gambar potensi desa dan kordes sudah sangat percaya pada saya eh.. pada malam harinya kita rapat lagi malah saya dikeluarkan dari tim dengan alasan saya Cuma mau jalan-jalan padahal dia sudah menunjuk saya dari kemarin-kemarin, mungkin alasan kordes tadi ada perasaan mangkel dan cemburu karena pada siang harinya pacarnya makan bareng sama saya satu bungkus nasi berdua di air terjun, memang saya mengaku salah tapi urusan pribadi jangan dibawa ke program KKN donk dasar kordes payah X-( malah saya dikasih tugas untuk ngajar SD dibawah desa yang jaraknya 1.5 Km dari tempat tinggal saya, saya protes tapi tidak dihiraukan dasar kordes gendeng :D tapi saya lakukan tugas itu dengan ikhlas, tapi jujur saya meles lihat mukanya rasanya mau muntah aja =))
Konfik ketiga adalah ketika kita akan melakukan lomba 17 agustusan di SDN 1 dan SDN 2 nah itu kordes marah-marah karena cewek-cewek yang disuruh menentukan jenis lomba itu tanpa mengadakan pertemuan langsung membentuk suatu tim dan jenis lomba, mungkin kordes marah karena dia dimasukkan dalam tim lomba (walah mas kalau tidak mau kerja pulang aja kemalang jangan ikut KKN :: dalam hati saya) sejak saat itu kordes dan pihak putri musuhan mereka tidak menghiraukan apa yang diperintahkan kordes, gak tahu apa sampai sekarang marahnya hehehe….

Sedikit nasehat untuk kordes supaya pertimbangkan dulu masukan dari teman-teman jangan mangambil keputusan yang sepihak dan jaga kata-katamu untuk tidak menyinggung anak putrinya kasihan kan mereka dan jangan melemparkan barang-barang lagi kewajahku kalau kamu marah terakhir pelajarilah ilmu ikhlas.

Sejarah desa benjor
Dinamakan desa Benjor karena pada jaman dahulu desa tersebut memang sulit air dan sering disinggahi oleh orang-orang dibawah desa untuk mengambil rumput di hutan maka salah satu orang (gak tau atau lupa namanya) itu melihat ada pohon aren yang mengeluarkan getahnya terus menerus dan diletakkanlah sebuah bambu yang panjang untuk dijadikan penampungan getah tadi, tapi bukan getah yang keluar, malah yang keluar adalah air dan air itu sering dipakai oleh orang-orang yang lewat. Kata “BEN” diambil dari kata “ngombe” dalam bahasa jawa artinya minum dan kata “JOR” berasal dari bambu yang panjang tadi yaitu bambu selonjor artinya bambu yang panjang.

KuliahAugust 6, 2006 8:14 am

Apasih sebenarnya KKN itu? dan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang KKN?.
Mungkin itu pertanyaan yang keluar dari dalam hati saya, soalnya saya baru pertama kali ikut KKN ini.
Kalau tidak keliru saya akan berangkat KKN hari Senin tanggal 7 Agustus 2006 di desa Benjor kecamatan Tumpang masih dalam kawasan Malang juga, dan akan ada disana selama 2 minggu. Menurut cerita desanya bagus, banyak apel dan ada air terjunnya, wah kayaknya akan mengasikkan nih apalagi bareng teman-teman wah bakalan seru abizz, tapi sayang tidak ada pacar yang mau menemani disana :( maklum masih jomblo hehehe…
doakan ya supaya KKNnya lancar.
Cerita yang seru waktu KKN nanti aja ceritanya pas udah pulang dari sana.

Tutorial 8:13 am

Apa jadinya kalau wajah kita dirubah menjadi wajah yang menyeramkan.
Ini dia contohnya

Caranya sangat mudah. Kita tinggal masuk Photoshop dan gunakan tangan kita untuk memilih Burn Tool

Selanjutnya kita poles daerah mana yang akan kita inginkan.
Gampang kan.

Your Ad Here